Antisipasi Bullying, Siswa Baru SMP Negeri 1 Tumpang

Peserta Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SMPN 1 Tumpang salat dhuhur di musalah sekolah .

TUMPANG – Hari kedua Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMPN 1 Tumpang, siswa dikenalkan tentang Adiwiyata. Itu karena SMPN 1 Tumpang merupakan sekolah Adiwiyata. ”Hari ini pengenalan tentang adiwiyata. Materi tentang adiwiyata diberikan oleh salah satu guru, di aula sekolah,’’ kata Khoirul Amnan, Ketua PLS SMPN 1 Tumpang.

Pengenalan adiwiyata, dikatakan Khoirul agar siswa memahami tentang lingkungan hidup. ini, bertujuan, agar para siswa baru memahami sekaligus ikut menjaga dan memelihara lingkungan di SMPN 1 Tumpang.

Selain pengenalan adiwiyata, para siswa baru juga dikenalkan tata krama dan budi pekerti. Ini dilakukan, agar para siswa ini tidak ke depannya selalu menjaga sopan santun. Tidak hanya di sekolah, tapi juga diluar sekolah. Pengenalan budi pekerti dan tata krama ini penting diberikan, sebagai bentuk antisipasi terjadinya bullying.

Ya, Khoirul mengatakan, akhir-akhir ini banyak sekali kasus bullying yang melibatkan pelajar di dalamnya. Baik itu sebagai pelaku maupun korban. Dan itu sangat mengkhawatirkan. Terutama untuk korban.

”Untuk mengantisipasi terjadinya bullying inilah, kami mengenalkan tata krama dan budi pekerti. Siswa harus saling mengerti satu dengan yang lain. Jika ada permasalahan, hendaknya dibicarakan dengan baik, tidak menggunakan kekerasan secara fisik maupun verbal,’’ ungkapnya.

Materi tentang tata krama sendiri diberikan oleh para guru. Dalam pemberian materi PLS sendiri, Khoirul mengatakan, diciptakan suasana yang menyenangkan. Sehinggga para siswa tidak merasa bosan, dan mengikuti dengan rasa senang.

”Selama PLS ini, siswa baru belum mendapatkan pelajaran. Kegiatan belajar mengajar sendiri akan dilakukan mulai Kamis (18/7) mendatang,’’ tambahnya. Tidak hanya untuk kelas 7 atau siswa baru, tapi juga untuk siswa kelas 8 dan kelas 9. Mereka yang tidak menjadi peserta PLS, mereka latihan baris berbaris. Kegiatan baris berbaris ini dipimpin langsung oleh anggota Koramil Tumpang dan anggota Polsek Tumpang.

”Untuk panitia PLS semuanya dihandle oleh guru. Sementara siswa atau kakak kelas hanya sebagai pendamping saja,’’ tambahnya. Dia menyebutkan, untuk peserta PLS wajib membawa peralatan solat. Itu karena, mereka diwajibkan untuk salat dhuhur berjamaah, sebelum pulang ke rumah masing-masing.

”Selain budi pekerti, kami juga mengenalkan agama kepada para siswa, agar mereka menjadi pribadi yang religius,’’ tandas Khoirul.(ira)

repost @ https://www.malangpostonline.com/read/20086/antisipasi-bullying-siswa-baru-smpn-1-tumpang-dikenalkan-tata-krama-dan-budi-pekerti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *