Logo Adiwiyata
Dengan mengucap puji syukur atas segala  ridho-Nya, Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 1 Tumpang”, yaitu sekolah yang Berbudaya dan Peduli Terhadap Lingkungan” dapat dilaksanakan dengan baik dan selalu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara mencegah kerusakan lingkungan, mengatasi pencemaran  lingkungan serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau kepada warga sekolah khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Keberhasilan program “Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 1 Tumpang”, adalah tanggungjawab kita bersama sebagai upaya mewujudkan sekolah sebagai tempat anak didik mencari ilmu pengetahuan yang bersih, sehat, dan nyaman sehingga mampu mencetak anak didik yang cerdas berfikir (intelegensi quotient) dan cerdas individu dan sosial (emotional quotient) serta mampu meraih berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Program sekolah Adiwiyata SMP Negeri 1 Tumpang sangat berharap bahwa lewat siswalah nantinya akan terwujud kader-kader yang handal,peduli dan selalu menjaga lingkungan alam sekitar demi kehidupan di masa yang akan datang, sehingga bumi Indonesia tetap hijau dan nyaman sesuai yang kita harapkan.

PROGRAM ADIWIYATA MERUPAKAN PROGRAM BERSAMA ANTARA  :

  1. Kementerian Pendidikan Nasional
  2. Kementerian Lingkungan Hidup
  3. Kementerian Agama
  4. Kementerian Dalam Negeri

PROGRAM ADIWIYATA

  • Untuk mendorong dan membentuk sekolah-sekolah di Indonesia agar dapat turut  melaksanakan upaya-upaya Pemerintah menuju pelestarian lingkungan dan pembangunan generasi sekarang maupun yang akan datang.
  • Dasar Hukum Adiwiyata MuO antara Menteri Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 1 Pebruari 2010, Nomor : 03/MENLH/02/2010 dan Nomor : 01/II/KB/2010.
  • Peserta mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK.

DASAR PELAKSANAAN

  1. Surat Keputusan bersama antara Meneg LH dengan Mendiknas No.EP.07/MENLH /06/2005 dan No. 05/VI/KB/ 2005 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).
  2. Merupakan pembaharuan memorandum bersama antara Dep. Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 0142/V/1996 dan No. Kep. 89/MENLH/5/1996 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan LH yang telah berakhir tahun 2001.
  3. Kebijakan pendidikan lingkungan hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang ditetapkan 19 Pebruari 2004.
  4. Surat Gubernur kepada Bupati / Walikota se-Jatim tanggal 28 September 2007 No. 510.1/12870/021/2007 tentang Sekolah ADIWIYATA.

5 ( LIMA ) KAJIAN LINGKUNGAN

  1. air.
  2. Sampah.
  3. Energi.
  4. Makanan dan Kantin Sekolah.
  5. Keanaekaragaman Hayati.

4 (EMPAT) KOMPONEN DAN STANDAR ADIWIYATA

1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan, memiliki standar :

  • KTSP memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
  • RKAS memuat program dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Parsipasif memiliki standar :

  • Tenaga pendidik memiliki kompetensi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran lingkungan hidup.
  • Peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Parsipasif memiliki standar :

  • Melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang terencana bagi warga sekolah.
  • Menjalin kemitraan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan berbagai pihak ( masyarakat, pemerintah, swasta, media, sekolah lain).

4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan memiliki standar :

  • Ketersediaan sarana pendukung ramah lingkungan.
  • Peningkatan kualitas pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan di sekolah.

MACAM-MACAM PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

  • Pencemaran udara di kota-kota besar
  • Pencemaran limbah domestik dan sampah
  • Kontaminasi dari bahan berbahaya dan beracun (B3)
  • Kerusakan ekosistem hutan hujan tropika
  • Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)
  • Kerusakan ekosistem danau
  • Kerusakan ekosistem pesisir dan laut
  • Kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan
  • Pemanasan bumi
  • Penipisan lapisan ozon
  • Bencana lingkungan: banjir dan longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan
  • Peningkatan pencemaran limbah B3 (bahan  berbahaya dan beracun).
  • Indonesia kehilangan sekitar 2 juta hektar hutan setiap tahun.
  • Peningkatan hujan asam.
  • Penipisan gas O3  (Ozon) di atmosfir
  • Peningkatan gas-gas rumah kaca seperti CO2 , CH4 , CFC, dan N2 O, sehingga terjadi pemanasan global.
  • Degradasi keanekaragaman hayati bumi.
  • Penyusutan tanah subur dan peningkatan tanah kritis.
  • Krisis air bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *