Adiwiyata

  • ECO MOBIL DI SMPN 1 TUMPANG

    Untuk pertama kalinya SMP Negeri 1 Tumpang kedatangan Tim Edukator Tunas Hijau dengan Mobil Lingkungan Hidup Keliling atau Eco Mobil PJB (Pembangkitan Jawa Bali). SMPN 1 Tumpang adalah sekolah Adiwiyata, setelah sebelumnya lolos sebagai sekolah Adiwiyata di tingkat Kabupaten lalu ke tingkat Propinsi, dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menuju sekolah Adiwiyata ke tingkat pusat atau nasional.

    Tujuan kedatangan Eco Mobil ini untuk menambah sarana belajar tentang lingkungan kepada siswa di SMPN 1 Tumpang serta untuk mengedukasi siswa tentang arti penting melestarikan lingkungan hidup di sekitar sekolah. Mengingat sekolah ini ini adalah salah satu sekolah yang berwawasan ekologi di Kabupaten Malang.

    Kami ingin memberikan sedikit informasi tentang mobil ini, pertama dari sisi kiri kap mobil berisi perpustakaan mini. Dalam perpustakaan mini ini terdapat berbagai buku2 literatur tentang alam dan lingkungan. Dari sisi atap mobil ada panel tenaga surya atau yang biasa disebut Sel fotovoltaik, yaitu teknologi yang digunakan untuk mengubah energi matahari langsung menjadi tenaga listrik. Sel fotovoltaik adalah perangkat nonmekanis yang biasanya terbuat dari silikon alloy.

    Kemudian dari sisi kap kanan mobil berisikan media display seperti alat praktik penghitungan cahaya, mainan panel surya, dan lampu hemat energi serta beberapa poster hasil karya pemenang lomba. Dan, dari sisi belakang mobil dilengkapi sebuah mini teather yang memutar beberapa film tentang pendidikan lingkungan.

    Kami sempat bertanya kepada mas Zamroni, salah satu tim edukator senior Tunas Hijau, rencananya Eco Mobil ini akan mampir di dua sekolah untuk setiap harinya. Mengingat Rute Eco Mobil akan berkeliling ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur setiap harinya mulai dari tingkat SD hingga SMA. Eco Mobil ini juga bermanfaat untuk menanamkan pendidikan peduli lingkungan sejak dini.

    Di beberapa sudut terlihat sejumlah siswa sedang melihat cara kerja robot yang digerakkan dengan energi surya yang ditunjukkan oleh tim edukator Tunas Hijau dari tim Mobil Edukasi. Ada juga beberapa siswa yang bermain ular tangga dengan gambar menarik yang berkaitan dengan wawasan lingkungan. Disamping itu terlihat juga seorang tim edukator sedang memberikan pengetahuan lingkungan tentang energi surya kepada sejumlah siswa di SMP Negeri 1 Tumpang. Terlihat juga disebelah kiri mobil ini ada sebagian siswa yang memberikan suguhan drama dengan berlatar belakang Panggung Boneka.

    Besar harapan semoga kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan kepada siswa dan masyarakat umumnya tentang pentingnya menjaga kelestarian serta menyelematkan lingkungan. So, itulah beberapa ulasan dari kami tentang kedatangan Mobil Lingkungan Hidup Keliling atau Eco Mobil PJB (Pembangkitan Jawa Bali) yang mampir di sekolah Adiwiyata,  SMP Negeri 1 Tumpang – Kabupaten Malang.

    Let’s make Adiwiyata as our environment.

     

     

  • Penilaian Adiwiyata Tingkat Jawa Timur

    Sebagai salah satu program kompetisi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan tingkat nasional ini, salah satu tujuan Adiwiyata tak lain untuk mengurangi dampak negatif efek kerusakan lingkungan di masa mendatang. Keinginan SMPN 1 Tumpang menuju sekolah Adiwiyata tak lepas dari komitmen sekolah untuk mengimplementasi kepedulian dan budaya lingkungan di sekolahnya.

    Tepatnya hari Jum’at pada tanggal 7 Maret 2014 sekolah kami, SMPN 1 Tumpang kedatangan tim penilai Adiwiyata tingkat propinsi. Penilaian ini dilakukan karena sebelumnya sekolah kami lolos dalam penilaian tingkat Kabupaten Malang dan telah memasuki putaran kedua menuju penilaian tingkat propinsi. Dalam penilaian ini melibatkan beberapa tim penilai seperti Tim Adiwiyata, BLH Propinsi Jawa Timur dan LSM Alam Hijau.

    Untuk tingkat pusat kami masih menunggu waktu karena penilaian dari Badan Pengawas Lingkungan Daerah baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Kami berharap SMPN 1 Tumpang masuk kategori penilaian dan maju ketingkat selanjutnya, yakni penilaian Adiwiyata tingkat Nasional. Tentu ini adalah tantangan sekaligus pekerjaan yang tentu membutuhkan kerja keras dari semua unsur2 yang terlibat didalam mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan.

    Penilaianpun dimulai dari beberapa aspek fisik sekolah, seperti :

    1.      Penghijauan, meliputi sebaran tutupan phon/ tanaman yang ada disekolah kami serta kesejukan bagi warga sekolah.

    2.      Kebersihan didalam maupun diluar ruangan fisik sekolah,  

    3.      Kebersihan toilet, kantin sekolah, drainase dan saluran air (sanitai) air limbah di sekolah.

    serta efisiensi operasional di sekolah seperti efisiensi pemakaian listrik dan pemakaian air.

    Dari beberapa aspek yang ada saat ini semua warga sekolah mulai dari guru, karyawan serta anak didik terlibat langsung dalam kegiatan ini. Terima kasih kepada Bpk. Rozaq, M.Pd selaku kepala sekolah, dan penghargaan setinggi2nya kepada Bu Umi Chapsah selaku penggerak kegiatan ini, Bu Nani beserta tim kreator lingkungan sekolah, Bu Drajad beserta tim staff sekolah, Bpk. Rubi beserta tim kader Adiwiyata, Bpk Sumarno beserta kawan2 tim lingkungan bersih serta semua Bpk/ Ibu guru yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang sudah rela mengorbankan waktunya untuk mewujudkan sekolah yang berbasis lingkungan hidup menuju Adiwiyata tingkat Jawa Timur. 

    Harapan kami semua semoga Adiwiyata tingkat propinsi dapat kami raih sebagai bekal untuk menuju tingkat selanjutnya, SMPN 1 Tumpang menuju Adiwiyata Nasional. Goodluck man temans ..

  • SMPN 1 Tumpang Menuju Sekolah Adiwiyata 2014

    Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif. 

    Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang berbudi dan berbudaya lingkungan. Sebagai langkah awal, melalui program Adiwiyata ini ada banyak sekali upaya2 yang kami lakukan seperti melakukan pengukuran penurunan energi di lingkungan sekolah, penurunan timbunan sampah serta penurunan penggunaan air.

     

    Sudah seharusnya sekolah kami dijadikan motor penggerak untuk menumbuhkan pendidikan berbasis lingkungan. Tentunya metode-metode pengajarannya disesuaikan dengan sistem yang sudah ada di sekolah, jelas Kepala Sekolah SMPN 1 Tumpang usai membuka sosialisasi dan pembinaan program Adiwiyata tahun 2014 pada beberapa pertemuan dengan warga sekolah.

     

    SMP Negeri 1 Tumpang adalah sekolah yang pada tahun 2014 akan diajukan ke pusat, setelah pada tahun sebelumnya lolos dalam seleksi sekolah Adiwiyata di tingkat Kabupaten.  Sebagai salah satu program kompetisi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan tingkat nasional ini, salah satu tujuan Adiwiyata tak lain untuk mengurangi dampak negatif efek kerusakan lingkungan di masa mendatang.

     

    Keinginan SMPN 1 Tumpang menuju sekolah Adiwiyata tak lepas dari komitmen sekolah untuk mengimplementasi kepedulian dan budaya lingkungan di sekolahnya.

     

    Ada beberapa hal yang menurut kami menjadi permasalahan menarik dan sudah dipecahkan solusinya. Misalnya, jika pada tahun sebelumnya siswa SMPN 1 Tumpang kurang mampu mendaur ulang limbah-limbah plastik seperti bungkus-bungkus permen, gelas bekas minuman, maka pihak sekolah sudah menumbuhkan kreativitas siswa untuk menjadikan limbah2 yang ada didaur ulang menjadi bermanfaat seperti hasta karya.

     

    Kesadaran Bapak Ibu guru juga menjadi perhatian Bapak Kepala Sekolah, jika masih ada beberapa Bapak guru yang merokok di sembarang tempat. Kedepan akan diberikan ruangan khusus (smooking area) dan juga sudah terpasang slogan2 dilarang merokok di area pendidikan SMPN 1 Tumpang. Dan ada 3 (tiga) B yang menjadi semboyan untuk menjadi sekolah Sdiwiyata 2014 yaitu Be Clean, Be Green dan Be Smart.

     

     

    Nah, sebagai sekolah yang paling besar dan paling tua di wilayah Malang Timur apakah SMPN 1 Tumpang mampu mewujudkan sekolah Adiwiyata pada bulan Maret 2014 mendatang ? Jawabannya ada pada diri kita sendiri2, jika hati kita mau bergerak untuk peduli dengan lingkungan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Jika Adiwiyata sudah sudah kita dapatkan itupun tidak hanya atasan saja yang bergerak lalu mendapatkan poin plus, karena semua ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak jadi semua pihak berhak mendapatkan poin plus dari program ini. Mari kita laksanakan apa saja yang menjadi kewajiban kita untuk mewujudkan sekolah kita menjadi sekolah Adiwiyata 2014.

  • Lomba Adiwiyata Antar Kelas

     

    Dalam memperingati HUT RI ke 67 dan persiapan lomba Adiwiyata tingkat Jawa Timur, SMPN 1 Tumpang mengadakan kegiatan dengan tema lomba Adiwiyata Tingkat Kelas. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah masing-masing kelas supaya memperindah kelasnya sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar setiap hari bisa dirasa nyaman dan berjalan dengan maksimal.

     

     

  • Konsep 5 R

    Dalam istilah lingkungan konsep 5 R sudah sering Anda dengar atau mungkin kali ini baru Anda dengar. Konsep 5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali). Istilah-istilah ini sering disebutkan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Untuk dapat diterapkan, berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R.