Berita Terbaru

  • SMPN 1 Tumpang Peduli Gunung Kelud

    Malam hari Kamis, 13 Februari 2014 tepatnya pukul 22.45 Gunung Kelud yang terletak di Jawa Timur telah meletus. Letusan gunung yang sempat mengancam tiga wilayah Kabupaten seperti Kediri, Blitar dan Malang ini mengeluarkan suara letusan yang sangat dahsyat terdengar hingga ke wilayah lain yang berjarak sekitar 50 km dari Gunung Kelud. Beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah terkena dampak hujan kerikil dan abu vulkanik, salah satunya Kota Jogjakarta dan kota sekitarnya. 

    Upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat mulai dilakukan, sebuat saja SMPN 1 Pujon yang menampung beberapa pengungsi dari desa Pandansari, Ngantang dan sekitarnya. Pandasari adalah desa yang cukup parah terkena dampak letusan ini. Ada beberapa sekolah di Ngantang yang meliburkan kegiatan belajar mengajar mengingat kondisi lingkungan yang sangat tidak kondusif.

    Sebagai wujud kepedulian kami terhadapa sesama, SMPN 1 Tumpang menggelar aksi sosial dengan mengumpulkan dana dari Bapak/ Ibu guru karyawan dan siswa.Mengingat jarak antara Kediri, Blitar cukup dekat dengan Kab. Malang maka SMPN 1 Tumpang Kab. Malang segera bergegas mengambil inisiatif menuju tempat pengungsian korban erupsi gunung Kelud. Agar sumbangan tepat sasaran, kami bekerjasama dengan pihak2 terkait yang berada di posko2 penampungan salah satunya SMPN 1 Pujon tempat terdekat yang digunakan untuk menampung beberapa keluarga korban erupsi Kelud.

    Bersama Bapak/ Ibu Guru karyawan dan relawan siswa yang dipimpin oleh Bapak Drs. Abdul Rozaq selaku Kepala Sekolah, kami menuju lokasi pukul 13.00. Sampai di tempat pengungsian kami disambut Bapak Sriyono, selaku kepala sekolah SMPN 1 Pujon. Disini terdapat beberapa keluarga berasal dari desa Pandansari, Ngantang dan sekitarnya. Beberapa obat2an, pakaian layak pakai, pampers, masker, susu, mainan anak2 dan sembako.

    Tidak hanya di Pujon, kami menempuh perjalanan lagi menuju titik atau kondisi paling parah di Kediri, namun kami tidak melanjutkan perjalanan dikarenakan waktu yang sudah malam dan dikabarkan bahwa aktivitas gunung ini yang masih berada dalam status awas.

    Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan SMPN 1 Tumpang untuk masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. Besar harapan semoga kegiatan ini bisa meringankan beban saudara2 kita disana.

    Do’a kami untuk saudara2 disana semoga tidak terjadi letusan susulan, sehingga warga sekitar dapat beraktivitas kembali.

     

     

  • Hari Guru di SMPN 1 Tumpang

    Setiap tahun pada acara peringatan hari guru, ada beberapa kegiatan2 yang diselenggarakan setiap sekolah baik disekolah kami maupun disekolah2 lain. Baik tingkat nasional maupun tingkat propinsi atau sebatas instansi. Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan untuk memperingatinya, seperti lomba prestasi guru, lomba guru teladan atau lainnya. Hadiahpun tak tanggung2 kami berikan kepada para guru dalam kegiatan ini, bertujuan agar
    para guru selalu termotivasi menjadi abdi Negara yang memiliki kinerja, semangat untuk mengantarkan siswa2 penerus bangsa menjadi manusia unggul dimasa yang akan datang. 
    Hari Guru Nasional tahun ini jatuh bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun PGRI yang ke 68. Di hari tersebut, sekolah kami, SMPN 1 Tumpang mengadakan upacara pengibaran bendera di mana murid-murid, guru, dan kepala sekolah menyanyikan lagu “Hymne Guru” sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh bapak dan ibu guru di Indonesia. Spanduk-spanduk berisi ucapan selamat juga banyak dipasang di sekolah kami beberapa hari sebelum peringatan Hari Guru Nasional.

    hari guru di negsat

    Adapula beberapa stasiun televisi yang menayangkan program-program acara yang berkaitan dengan guru dan pendidikan dalam peringatan Hari Guru Nasional. Tak jarang beberapa siswa menganggap bahwa Hari Guru adalah hari libur nasional, padahal Hari Guru bukanlah hari libur nasional di Indonesia, sebagian masyarakat di Indonesia menjalankan atau memperingati Hari Guru dengan melakukan aktivitas seperti hari-hari biasanya.

    25 November bangsa Indonesia memperingati hari Guru; pahlawan tanpa tanda jasa. Sebutan yang membanggakan namun juga sungguh mengharukan. Semoga tidak ada guru yang sambat karena kebutuhan hidup sehari2 yang mungkin belum tercukupi. Bukankah sudah ada sertifikasi ? Kalaupun ada yang sambat, mungkin belum mengikuti sertifikasi dan kami berharap agar Negara memperhatikan juga guru2 yang non sertifikasi dengan memberikan penghasilan yang cukup sehingga para guru non sertifikasi semakin termotivasi untuk menjadi Abdi Negara.

    Semoga para guru menjadi sosok yang bertindak sebagai motivator dan inspirator kemajuan pendidikan di Indonesia. Selamat Hari Guru, Dirgahayu PGRI Ke-68

  • Idul Adha 1434H di SMPN 1 Tumpang

    Keluarga besar SMP Negeri 1 Tumpang menyelenggarakan Idul Adha pada hari Selasa, 15 Oktober 2013. Alhamdulillah, sebagai wujud kepedulian kami dalam kegiatan Idul Adha tahun ini kami berkurban 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Dana yang terkumpul diperoleh dari Bapak/ Ibu guru karyawan beserta anak didik SMPN 1 Tumpang. Semoga amal ibadah Bapak/ Ibu guru, karyawan serta anak didik kami diterima Allah SWT.  Atas kepeduliannya kami haturkan terima kasih sebesar2nya.

    Hari raya Idul Adha adalah hari raya Islam yang dikenal juga dengan hari raya kurban. Peristiwa kurban tersebut adalah ketika Nabi Ibrahim as. bersedia mengorbankan putranya, yaitu Nabi Ismail as kepada Allah SWT. Ketika hendak disembelih, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa itu diabadikan oleh allah SWT di dalam Quran-Nya surat Al Shaffat ayat 102-109. Dari peristiwa itulah asal mula dilaksanakannya hari raya kurban, tidak lain untuk memperingati kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Bagaimana tidak? Nabi Ibrahim as. yang sudah lama mengidam-idamkan kelahiran seorang putra, harus menyembelih buah hatinya tersebut demi melaksanakan perintah Allah SWT. Tetapi Allah SWT sudah membalas kepatuhannya tersebut, menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Ketakwaan seperti Nabi Ibrahim inilah yang patut kita teladani. Adapun pesan yang tersirat dari peristiwa tersebut adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.

    Di hari Idul Adha, bagi umat islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, menyembelih binatang kurban ini mengandung dua nilai, yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Sedangkan dikatakan kesalehan sosial, karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhuafa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum Muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

    Meski waktu pelaksanaan penyembelihan dibatasi (10-13 Dzulhijah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ‘berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus, yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. 

    Kegiatan ini dimulai pukul 07.00, diawali dengan sambutan oleh Bapak Kepala Sekolah dilanjutkan dilanjutkan penyembelihan hewan kurban yang kami mulai pukul 07.30 sampai sore hari. Setelah proses penyembelihan selesai, panitia kegiatan yang dibantu oleh OSIS mulai membagi2kan kurban kepada masyarakat disekitar SMPN 1 Tumpang. Besar harapan kami semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat serta dapat selalu menjalin tali silaturahmi terhadap masyarakat disekitar linkungan SMPN 1 Tumpang.

    Akhir kata kami keluarga besar SMPN 1 Tumpang mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha” bagi seluruh umat Islam di Indonesia dan diseluruh belahan dunia yang merayakannya. Semoga Allah SWT menerima kurban kita dan mempertemukan kita dengan  rasul-Nya beserta para sahabat dan shalihin di jannah-Nya. Amin.

  • Halal Bi Halal Keluarga SMPN 1 Tumpang

    Anjangsana dan Halal Bi Halal keluarga besar guru dan karyawan SMPN 1 Tumpang yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Fitri merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan cukup lama, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan di Wisma Gunung Tabor Tumpang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan tali silaturrahmi diantara guru, dan karyawan, serta komite sekolah  untuk saling mengenal, membangun keakraban antar keluarga guru dan karyawan. Diharapkan dengan terjalinnya hubungan yang harmonis akan lebih meningkatkan kualitas kerja sama dalam upaya memajukan SMPN 1 Tumpang . Dengan memilih Wisma Gunung Tabor sebagai tempat kegiatan adalah sekaligus untuk refreshing dan rekreasi keluarga, karena suasana alamnya yang sangat indah dan eksotis. Sebelum acara berlangsung para undangan yang hadir bisa berjalan-jalan di lokasi yang sangat menantang di mana dari area yang satu ke area yang lain selalu terhubung dengan tangga karena memang bangunannya berdiri di area tebing-tebing yang cukup curam di pinggir sungai yang airnya masih sangat asli bening sejuk dan segar seolah tidak terpengaruh oleh bangunan yang berdiri di sekitarnya.

    Dengan mengambil tempat di wisma bambu salah satu dari wisma yang ada di sana, karena ruangannya banyak menggunakann unsur bambu acaranya dilaksanakan dengan santai dan penuh keakraban, untuk acara inti halal bi halal panitia mendatangkan seorang ustadah Dra. Anik yang  mengupas tentang peningkatan kualitas keimanan setelah mendapatkan training selama bulan ramadhan, dengan berhari raya setiap tahun sebaiknya selalu disertai dengan peningkatan keimanan yang signifikan untuk mendongkrak kualitas manusianya khususnya keluarga besar guru dan karyawan yang akhirnya berimbas pada peningkatan kemajuan di SMPN 1 Tumpang.

    Tradisi baik yang sudah berjalan sejak lama itu memang patut untuk terus dilaksanakan meskipun dengan suasana yang berbeda-beda dari tahun ke  sesuai dengan perkembangan situasi, namun tidak mengurangi esensinya sebagai media yang sangat manjur untuk meningkatkan tali silaturrahmi.(Ist’)

  • Lomba Giat Prestasi Penggalang (LGPP)

     

    Sebulan yang lalu, kontingen La Negsatu, mewakili Kwarran Tumpang, baru saja kembali setelah mengikuti Lomba Giat Prestasi Penggalang (LGPP) di desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Malang, dengan membawa sejuta kenangan yang mengesankan. Tidak bohong kalau orang bilang alam Lebakharjo sangatlah indah. Memang, dikelilingi bukit-bukit terjal dan hutan yang masih segar, alam Lebakharjo jelas bisa mencuci mata para pengunjungnya. Tetapi bohong bila orang berkata perjalanan ke Desa Pramuka tersebut tidak menegangkan.

    Tanggal 3 Oktober 2012, dengan melewati jalan yang terjal, sempit, serta berliku-liku, diapit dengan jurang yang dalam dan keheningan malam yang mencekam, kontingan La Negsatu berangkat menuju SMP 3 Lebakharjo. Malam harinya, barulah kami sampai di lokasi. Setelah menurunkan barang bawaan dan sholat isya’, seluruh aktivis dengan mudahnya terlelap di dalam salah satu kelas di sekolah tersebut.

                    Keesokan harinya, tepat pukul sembilan, delapan regu dari kontingen La Negsatu, berangkat menuju Lapangan Comdeca. Kami dibagi-bagi dalam berbagai pasukan. Di ajang ini, kami bisa kembali bersua dengan para pramuka dari Kwarran maupun Kwarcab lain. Peserta diberangkatkan berdasarkan peta topografi dan petunjuk dari sandi yang diberikan panitia, dan petualangan dua hari satu malam di Lebakharjo dimulai.

     

  • Memaknai Hari Pahlawan 10 Nopember

    Setiap tanggal 10 November setiap tahun, bangsa ini merayakan hari Pahlawan. Hari yang secara khusus ditetapkan untuk menghormati dan menghargai jasa setiap orang yang telah mengorbankan waktu, pikiran, harta bahkan nyawanya sekalipun untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Tanggal 10 November sengaja dipilih untuk mengenang jasa para pahlawan yang bertemput dengan penuh semangat melawan tentara Inggris di Surabaya. Walaupun bersenjatakan bambu runcing, namun tak sedikitpun menyurutkan semangat para pahlawan kita untuk terus berjuang untuk membebaskan bangsa ini dari penjajahan pada saat itu. Pada saat itu ada seorang tokoh yang terkenal yakni Bung Tomo, beliau dengan caranya sendiri mampu membakar dan menghidupkan api perjuangan dalam diri pemuda melaui tulisan maupun siaran radionya. Inilah sebuah bentuk perjuangan yang tulus demi mempertahankan kemerdekaan. Pengorbanan yang tiada tara dari para pejuang meski nyawa menjadi taruhannya. Demikian luhur niat para pejuang pada saat itu tanpa mengharapkan balas budi atau pujian dari siapapun. Suatu ketulusan yang sudah sangat sulit ditemukan saat ini. Merekalah pahlawan sejati yang sesungguhnya.

  • Olimpiade Sains Se Kabupaten Malang

    Pada kesempatan kali ini, SMPN 1 Tumpang menyelenggarakan Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten. Acara yang dihelat pada tanggal 9 Maret 2013 di SMPN 1 Tumpang akan diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Malang. Kami sendiri berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan mutu peserta didik, karena dari kegiatan semacam inilah siswa yang lolos akan melaju ke tingkat propinsi dan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional.

    SMPN 1 Tumpang sendiri mengirimkan peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan ini sebanyak 4 siswa. Besar harapan kami semoga mereka dapat berhasil memperoleh prestasi dalam ajang ini, agar dapat menjadi wakil Kabupaten Malang pada Olimpiade Sains Nasional tahun ini. Selamat berlomba dan mari meningkatkan prestasi.

    Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan propinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.

    Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

    Olimpiade Sains Nasional diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

  • Voucher, Alat Tukar di Sekolah Kami

    Ada yang berbeda di SMPN 1 Tumpang dengan sekolah lain di wilayah kami, untuk membeli makanan dan minuman kita harus melakukan transaksi dengan menggunakan alat tukar yang berbeda, dan bukan menggunakan uang yang berlaku layaknya di sebuah Negara.  Dengan berbekal kertas saja baik siswa maupun tenaga pendidik disini bisa memperoleh jajanan/ makanan yang mereka inginkan. Ini maksud dari judul saya diatas Boleh Jajan Sembarang Makanan dan Minuman di sekolah kami asal? Pakai Voucher. Penasaran ? Simak tulisan dibawah ini :

    Latar Belakang ?

    Pernahkan kalian melihat salah satu teman kalian melakukan kecurangan pada saat jajan di kantin sekolah? Atau jangan2, kalian sendiri yang melakukannya? Awas, kalau ketahuan ngutil akan diserahkan ke satpam sekolah, terus keesokan hari orangtua kalian dipanggil untuk menghadap petugas Bimbingan & Konseling. Hey,,, kebuka deh topengnya …

     

  • Biopori di SMPN 1 Tumpang

    Wow, makhluk apa ya biopori ? Benda mati/ hidup ? ingat kata pori, biopori itu adalah lubang. Untuk keringat kita yang keluar melalui lubang pori2.

    SMPN 1 Tumpang menuju sekolah Adiwiyata, tepatnya akan dilaksanakan pada awal Januari 2013. Dengan melaksanakan program Adiwiyata kami menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan  ekonomi, sosial, dan lingkungannya.

  • Gerak Jalan dan Karnaval Bunga

     

    Perayaan 17 Agustus tahun ini bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan seperti halnya ketika kemerdekaan Indonesia diplokamirkan pada tahun 1945 yang bertepatan dengan 9 Ramadhan, meski demikian pelaksanaan gerak jalan di wilayah Tumpang, tetap semarak walaupun diundur waktunya sampai tanggal 8 September 2012. Diundurnya pelaksanaan prosesi perayaan ini sejalan dengan semangat relijiusitas yang semakin meningkat di kalangan umat Islam yaitu bulan Ramadhan.

  • Halal Bi Halal SMPN 1 Tumpang

    Hari Raya Idul Fitri telah berlalu, namun suasana untuk saling memaafkan masih harus kita sempatkan kepada keluarga kita, saudara, teman, bahkan terhadap orang yang jauh sekalipun. Makna Idul Fitri bagi kami, khususnya keluarga besar SMPN 1 Tumpang biasanya selalu diadakan kegiatan keluarga. Salah satunya adalah

  • Selamat Idul Fitri 1433H

    Segenap Keluarga Besar SMPN 1 Tumpang mengucapkan :

    "Selamat Idul Fitri 1433H" Mohon Maaf Lahir Batin

     

    Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
    Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
    Di dunia nyata, dalam segala gerak..
    Di sepanjang nafas Dan langkah..
    Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..

     

    Kepala Sekolah,

    Drs. Abdul Rozaq, M.Pd

  • Buka Bersama dan Santunan Siswa

    Marhaban Ya Ramadhan ...

    Pada tanggal 10 Agustus 2012, SMPN 1 Tumpang mengadakan kegiatan buka bersama untuk menjalin silaturahim sekaligus pemberian santunan kepada anak-anak yang kurang mampu dari kelas 7, 8 dan 9. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus komite, Bapak/ Ibu guru dan karyawan serta semua kader siswa seperti OSIS, PMR, Pramuka, UKS dan tim Adiwiyata.

    Pemberian santunan ini sudah berjalan selama 2 tahun, khususnya kepada siswa yang kurang mampu. Dengan sumber dana yang berasal secara insidental 1,5 juta dan sumber dana secara rutin / bulanan dari GNOTA Bapak/ Ibu guru dalam satu tahun yang terkumpul sebesar 3 juta. Dana ini diberikan langsung kepada siswa yang kurang mampu dalam berbagai bentuk pemberian langsung seperti sepatu, tas sekolah, seragam sekolah, alat tulis dan lain-lain.

    Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh ustad Faiz. Dalam ceramahnya mengajak kita semua untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan di dalam bulan ramadhan, baik dalam bentuk ibadah maupun beramal/ sedekah.Dalam matematika biasa memang 10 – 1 adalah 9. Namun karena Allah menjanjikan balasan 10x lipat, maka minimal kita akan mendapatkan 19. Jika perhitungan dilanjutkan maka akan seperti ini:

     

    10 – 2= 28
    10 – 3= 37
    10 – 4= 46
    10 – 5= 55
    10 – 6= 64
    10 – 7= 73
    10 – 8= 82
    10 – 9= 91
    10 – 10= 100

    Jadi sekarang agak ‘masuk akal’ kan jika ingin beli rumah Rp 100 juta maka harus bersedekah Rp 10 juta dulu, ujar ustad Faiz.

    Kemudian dalam isi ceramahnya juga disampaikan tentang keutamaan malam seribu bulan atau lailatul qodar. Ringkasnya, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang besar (agung) dan berkah. Juga merupakan nikmat dari Allah yang mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. Jika dia diberi taufik untuk memanfaatkannya dalam kebaikan, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak yang sangat dia butuhkan.

    Akhir kata semoga kegiatan pemberian santunan ini mampu meningkatkan semangat anak dalam menuntut ilmu di sekolah ini dan tentunya dapat meraih prestasi untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan.

    Wassalam,

  • Lomba Adiwiyata Antar Kelas

    Dalam memperingati HUT RI ke 67 dan persiapan lomba Adiwiyata tingkat Jawa Timur, SMPN 1 Tumpang mengadakan kegiatan dengan tema lomba Adiwiyata Tingkat Kelas. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah masing-masing kelas supaya memperindah kelasnya sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar setiap hari bisa dirasa nyaman dan berjalan dengan maksimal.

  • Proses Pembelajaran Dalam Bimbingan dan Konseling

    Pendidikan bertugas untuk menyiapkan peserta didik agar dapat mencapai peradaban yang maju melalui perwujudan suasana yang kondusif, aktivitas pembelajaran yang menarik dan mencerahkan, serta proses pendidikan yang kreatif. Pendidikan juga menciptakan kemandirian baik pada individu maupun bangsa. Pendidikan yang menumbuhkan jiwa kemandirian sangat penting untuk dapat bertahan dalam menghadapi pasar bebas. Oleh karena itu pendidikan harus menjadi bagian dari proses perubahan bangsa menuju masyarakat madani, yakni masyarakat demokratis, taat, hormat, dan tunduk pada hukum dan perundang-undangan, melestarikan keseimbangan lingkungan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

  • Penerimaan Peserta Didik Baru

    INFORMASI

    PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)

    TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014 

  • Lomba FLS2N

    Ajang yang merupakan media bagi anak yang mempunyai potensi di bidang seni sebenarnya diadakan rutin setiap tahun, tetapi tidak semua sekolah mengikutsertakan siswanya dalam kegiatan tahunan tersebut. Untuk seleksi tingkat Kabupaten Malang jadwalnya akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2012 namun ternyata dimajukan pada tanggal 28 April 2012. Praktis banyak sekolah yang tidak siap untuk mengirimkan wakilnya.
    SMPN 1 Tumpang yang memiliki ptensi besar di bidang seni berusaha maksimal untuk mengirimkan wakilnya. Ada beberapa bidang yang diikuti dan optimis dapat bersaing dengan peserta sekolah lain, antara lain :